Hi readers, maaf saya terlambat update,  soalnya sibuk. dan modem saya yang baik hati ngambek dari kemarin. Anyway, hari ini posting saya akan lebih mirip kopi pahit untuk bahan pertimbangan bagi kita semua (duile bahasanya)

Saya pernah membahas tentang pola pikir sehat disini. dan hari ini saya mau mengingatkan semuanya lagi tentang seberapa pentingnya pola pikir itu, sekalian membantah apapun alasan untuk tidak berolahraga sebagai seorang teman, dan fitness enthusiast.

pola pikir sehat dan positif itu nilainya mutlak untuk memulai apapun termasuk gaya hidup sehat.

alam bawah sadar

Pola pikir itu seperti bongkahan es besar (iceberg). yang tidak tampak itu berada dibawah, dengan kata lain. pemikiran bawah sadar anda mempengaruhi bagaimana anda berfikir, dan bertindak, dan segala sesuatu yang berkelanjutan dari sana. Namun, sangat amat banyak orang yang kalah dengan pemikiran bawah sadar yang melemahkan.

complaining

Nah, pemikiran yang lemah ini membuat anda menjadi pribadi yang ciut, yang terlalu banyak alasan, dan saya mau tidak mau harus menyadarkan anda bahwa anda tidak akan menghasilkan sesuatu yang besar, karena terlalu sibuk negatif dengan apa yang terjadi dengan kehidupan anda.

Contoh pemikiran-pemikiran kerdil:
– Mau kok kurus, tapi tidak mau olahraga / diet.

– Saya tidak akan bisa berhasil tanpa suplemen, nabung dulu ya.

– Maunya dapat hasil yang instan saja, biar olahraganya enggak perlu capek capek.

– Boleh enggak olahraga saja tapi nggak jaga makan?

– Hasilnya bisa berapa lama kelihatan? saya enggak mau lama-lama.

– Saya nggak bisa deh kayaknya, olahraga bukan buat saya.

Kedengaran familiar? emang. banyak banget orang yang datang dengan saya, belum mulai workout udah minta jaminan. miris ya. dunia penuh dengan orang yang pemikirannya belum dibuka. Nah, menurut Anthony Robbins, Tung Desem Waringin, bahkan Ade Rai, ada 3 teman kegagalan:

1. Blame : Menyalahkan

2. Excuse : Beralasan

3. Justify : Menghakimi

BLAME

– Saya gendut gara-gara orang tua saya gendut juga.

– Pacar saya ngasih makan terus, jadinya saya gendut deh.

– Saya udah makan banyak banyak tetap kurus, mungkin emang nasib

– Tuhan maunya saya gendut gini kok.

– Kalo diet teman teman saya pada ngejekin.

– Pacar saya ga ngijinin olahraga.

EXCUSE

– Saya udah sibuk kerja/kuliah, nggak ada waktu lagi.

– Udah lama nggak olahraga, pasti ntar badan saya sakit-sakit.

– Nanti orang ga kenal lagi kalo saya jadi kurus.

– Orang-orang yang di gym badannya bagus-bagus semua, nanti saya diejek

– Olahraga lama hasilnya, mendingan beli pil diet atau pake slimming suit.

JUSTIFY

– Ya jelaslah orang lain bisa, mereka orang kurang kerjaan.

– Badannya bagus gara-gara genetiknya bagus.

– Orang lain harus bisa terima saya apa adanya.

– Dia banyak duit, jadi bisa beli suplemen ini dan itu.

– Mereka udah lama fitness, nggak seperti saya.

Banyak banget kan? masih ada jutaan lagi alasan, vonis ataupun apapun bentuk penghakiman yang dibuat tanpa dasar.

Terdengar bodoh? iya

Mengapa masih banyak yang berbuat seperti ini? jujur saya tidak tahu, yang saya tahu adalah; meskipun kenyataan bisa pahit, dia tidak akan berubah selama pola pikir anda tidak mau merubahnya.

silakan dicerna baik-baik, semoga bermanfaat😀